Waspada! Program Jahat Menyebar Lewat Bluetooth

Setelah beberapa pengguna smartphone atau handphone menggeser fungsi infrared untuk berkirim file maupun menghubungkan perangkat yang satu dengan perangkat lainnya dengan fitur Bluetooth. Namun fitur ini ternyata memiliki bahaya dalam penggunaannya. Pasalnya, ada beberapa temuan terbaru oleh salah satu perusahaan keamanan internet of things (IoT) yang menyatakan bahwa terdapat lebih dari 5,3 miliar perangkat dengan sinyal bluetooth beresiko terjangkit serangkaian program jahat atau biasa disebut malware. Dan berdasarkan informasi, total perangkat yang menggunakan Bluetooth selama ini di dunia adalah berjumlah 8,2 miliar. Hampir setengah dari pengguna Bluetooth terjangkit malware di perangkatnya.

Menurut Nadir Izrael, Chief Technology Officer Armis Labs yang dikutip oleh CNET pada rabu (13/09/2017) mengatakan bahwa di banyak kasus malware adalah sebagian besar pengguna mengunjungi website tertentu atau mengunduh sesuatu yang meragukan. Melalui metode BlueBorne, para hacker hanya membutuhkan para pemilik gadget untuk menyalakan Bluetooth. Ketika sebuah perangkat sudah terjangkit malware, Maka BlueBorne dapat langsung menyebar ke gadget-gadget terdekat yang sedang menyalakan fungsi bluetooth. Ben Seri, Lab’s Head of Research Armis Labs, khawatir potensi bahaya yang dapat ditimbulkan BlueBorne. Ia mengatakan, fenomena WannaCry dapat terulang lewat BlueBorne.

Dari fenomena tersebut, akhirnya para pemilik smartphone yakni Apple, Microsoft, dan Google ramai-ramai menyatakan sistem mereka aman dari BlueBorne. Apple menjamin OS (operating system) iOS 10 ke atas kebal terhadap serangan BlueBorne, namun Armis Labs berpendapat iOS versi 9.3.5 ke bawah masih sangat rentan terjangkit virus tersebut.

Selain itu, Microsoft telah merilis patch yang mampu memberikan proteksi bagi siapapun yang memasangkannya ke dalam perangkat mereka. Sedangkan Google mengatakan bahwa perangkat Pixel dan Android telah mendapat patch khusus sebagai perlindungan.

Apabila pengguna perangkat yang belum menerima patch di perangkat smartphonenya, diharapkan untuk tidak menyalakan fitur Bluetooth yang dimilikinya, untuk menghindari terjangkitnya malware ini menurut Armis Labs.

Sumber

masterweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>