6 Juta Akun Instagram di Retas, Seribu Akun di Jual

Pada lini sosial media Instagram mengumumkan bahwa pada hari ini pada aplikasi Instagram ada bug yang bisa dieksploitasi peretas untuk mengakses identitas pengguna seperti nomor telepon dan email para pesohor atau orang yang terkenal sepeti Selena Gomez, Emma Watson, Taylor Sift dll.

Terbaru dari info peretas adalah para peretas telah menggenggam informasi personal dari 6 juta akun instagram. Selain pesohor dunia yang di retas, tetapi masyarakat biasapun akan diretas juga. Informasi ini pula di benarkan oleh pihak Instagram.

Menurut Co-founder sekaligus Chief Technical Officer Instagram, Mike Krieger mengatakan bahwa setelah di analisis lebih jauh, mereka melihat isu ini tak hanya berdampak pada pengguna yang sudah terverifikasi saja namun juga berdampak yang tak terverifikasi.

Atas kejadian tersebut, Instagram meminta maaf dan mengatakan akan melakukan perbaikan mengenai keamanan aplikasinya. Meskipun sudah banyak korban yang mengalaminya.

Pihak Instagram berdalih bahwa jumlah korban hanya sedikit presentasinya dari total akun Instagram, namun tetap saja bukan angka yang kecil.

Beberapa jam setelah Instagram mengonfirmasi kehadiran bug berbahaya, muncul layanan database gelap bertajuk Doxagram. Layanan itu memungkinkan siapa saja mencari akun Instagram tertentu dan membeli informasi personalnya dengan harga 10 dollar AS atau Rp 133.000. Ada 1.000 akun yang tersedia di Doxagram, mulai dari pesohor hingga pengguna biasa. Tercatat 50 akun Instagram dengan follower terbanyak tercantum pada daftar Doxagram, sebagaimana dihimpun pada hari Senin (4/8/2017) dari TheVerge.

Namun layanan tersebut hanya berumur jagung karena saat ini aplikasinya sudah tidak dapat di akses kembali. Dexogram ini resmi dinonaktifkan pada JUmat sore waktu setempat atau sekitar Sabtu pagi di Indonesia.

Menurut Krieger, pihaknya telah bekerjasama dengan penegak hukum untuk memberantas penjualan informasi-informasi yang sudah di curi peretas.

Selain itu, Krieger juga mengumumkan bahwa untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, para pengguna lebih kritis lagi dalam hal panggilan masuk, SMS, atau email yang tidak dikenali. Bisa saja yang menghubungi tersebut merupakan peretas yang ingin mengambil atau mencuri informasi akun pengguna.

Sumber

masterweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>