Twitter Berupaya Tangkal Terorisme dan Radikalisme

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bertemu dengan perwakilan Twitter untuk membicarakan kesepakatan menangkal peredaran konten berbau terorisme dan radikalisme. Dirjen Aptika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan Menkominfo melakukan pembicaraan dengan perwakilan Twitter. Perwakilan dari Twitter yaitu Kathleen Reen (Twitter Asia Pasific) dan Agung Witjaksono (Twitter Indonesia).

Pertemuan ini menyepakati pembuatan program bersama untuk meningkatkan penanganan konten radikal dan teroris, termasuk pornografi anak. Samuel atau biasa disapa Sammy mengatakan, “Sudah dilakukan sebelumnya, tapi mendorong eskalasinya agar lebih cepat lagi.”

Mekanisme yang disepakati pun ada dua yaitu menggunakan flagging seperti Google dan yang kedua memakai formulir khusus.

Cara flagging yaitu pelaporan oleh pengguna lain. Tapi Kominfo akan diberikan akses khusus dengan trusted flagger.

“Pengguna bisa mengadukan konten ke Twitter, tapi penanganannya lama karena banyaknya antrian. Dengan diberikan trusted flagger, Twitter akan memberikan prioritas penanganan” tambah Sammy.

Akun yang mendapat trusted flagger memiliki rating yang akan menentukan lamanya penanganan. Jika akun yang mendapat trusted flagger tersebut selalu melaporkan konten yang benar-benar melanggar aturan, maka rating mereka naik.

Sebaliknya, jika melaporkan konten yang sebenarnya tidak bermasalah, maka rating trusted flagger sebuah akun akan berkurang. Sehingga setiap laporan mereka nantinya akan lambat ditangani.

Sebuah konten kerap dianggap melanggar undang-undang, tapi dalam aturan pemilik platform hal tersebut tidak dianggap bermasalah. Misalnya pornografi, antara Amerika Serikat dan Indonesia takarannya berbeda. Contoh lainnya, penghinaan lambang negera.

Bila ada kasus seperti ini, maka pelaporan konten tidak menggunakan trusted flagger. Twitter menyediakan formulir khusus untuk itu yang diisikan oleh Kominfo dengan menyertakan aturan yang berlaku.

Meski dua mekanisme ini berbeda cara pelaporannya, pihak Twitter mengupayakan cepat dalam penanganannya. “Akan langsung diatasi 1×24 jam, tapi bisa saja lebih cepat,” pungkas Sammy.

Sumber

masterweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>